Minggu, 16 Juni 2013

aaaaaaaaaaaaa

Dipirsing dulu ah biar kece trus lanjut ditato biar ngeray kaya preman cihonje
-
Montong sosoan jadi budak acara! ai ka acara nu FREE mah!!!!
-
Edaaaaan budak acara make baju band trus luhureun susuna ditato trus buuk siga masrum. Ngeri pisan sodara sodara
-
Lain di behel lain di tato. Lalaki mah kudu bisa adzan
-
Akn terasa aneh mlihat di pinggir lapangan tak ada SAF
-
Seberapa berengsek pun cowok ! Suatu hari dia bakal jadi kepala keluarga yang baik.. :)
-
Orang yang brengsek itu ga menakutkan, yang paling menakutkan itu orang yang pura-pura baik padahal berengsek !
-
Ini aku, aku yang sesungguhnya. Aku kotor, aku lemah, aku berengsek. Peluk aku! Di bahumulah aku pantas menangis.
-
Hanya karena km disakitin lelaki berengsek, bkn berati semua lelaki itu berengsek
-
ngaku babaturan, ai hirup itungan!
-
Musuh yang sebenar ada di depanmu. Yang dibelakangmu hanyalah pengecut!
-
Aku kalian dan para luka menjadi serpihan tai !
-
hareupeun nyeungir, tukangeun mereupan! hirup sia siga RUNTAH!
-
Sageulis-geulisna awéwé nyaéta anu nutup auratna, teu buburaholan.
-
KUNTUNG DIPULUNG LEUPEUT DIPICEUN,HULU DI TIUNG HExxEUT DIBIKEUN!
-
Read more: http://ditslamming.blogspot.com/2013/05/awas-seukeut.html#ixzz2WMtQSkZJ
-
i hate most fake people, jealousy, unnecessary drama and attention seekers! you son of bitch!
-
Nya Hujan, Nya Jomblo, Nya lebok weh.
-
SOK WE CEUNGCEURIKAN KABOGOH SIA, LEMAH SIAMAH. ARI INDUNG GEUS KOLOT NYEUSEUHAN KENEH BAJU SIA TARA DICEUNGCEURIKAN!
-
UlahAsa pang kuatna ari ngalebok eskrim masih di lamotan mah, lain di gegel.
-
Sing Salamet,Nuhun Geus Pernah Aya DiKahirupan Urang"
-
Rek beunghar rek saayana, rek hideung rek bodas, angger we getihna mah beureum. Tong ngarasa leuwih ti batur.
-
PRUNG MAUNG GEURA TARUNG, GEURA NGAGAUNG TEMBONGKEUN SIHUNG!!!
-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Jumat, 17 Mei 2013



                                                            BAB III

                                                 LANDASAN TEORI


3.1       URAIAN MATERI KARBURATOR

A. Fungsi danCara Kerja Karburator Beserta Komponennya

                  Karburator merupakan bagian dari mesin yang bertugas dalam system
  Pengabutan (pemasukan bahan bakar ke dalam silinder). Untuk itu fungsi dari
  Karburator antara lain:
1.      Untuk mengatur udara dan bahan bakar ke dalam saluran isap.
2.      Untuk mengatur perbandingan bahan bakar-udara pada berbagai beban
Kecepatan motor.
3.      Mencampur bahan bakar dan udara secara merata.

Proses pemasukan bahan bakar kedalam silinder dinamakan karburasi.
   Sedangkan alat yang elakukan nya dinamakan karburator.










GAMBAR .1.1

       Berikut aka dijelaskan satu per satu bagian dari karburator beserta fungsinya:
1.      Mangkok karburator (float chamber), berfungsi sebagai penyimpanan bahan bakar
sementara sebelum digunakan.
2.      Klep/jarum pelampug (floater valve), berfungsi mengatur masuknya bahan bakar
Ke dalam mangkuk karburator.
3.      Pelampung (floater), berfungsi mengatur bahan bakar agar tetap pada mangkuk
karburator.
4.      Skep/katup gas (throttle valve), berfungsi mengatur banyaknya gas yang masuk ke   dalam silinder.
5.      Pemancar jarum  (main nozzle/needle jet), berfungsi memancarkan bahan bakar
Waktu motor di gas, besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep.
6.      Jarum skep/jarum gas (needle jet), berfungsi mengatur besarnya semprotan bahan
Bakar dari main nozzle pada waktu motor di gas.
7.      Pemancar besar (main jet), berfungsi memancarkan bahan bakar ketika motor
Di gas penuh (tinggi).
8.      Pemancar kecil /stationer (slow jet), berfunsi memancarkan bahan bakar waktu
lamsam/stationer.
9.      Sekrup gas/baut gas(throttle screw), berfungsi menyetel posisi skep sebelum
di gas.
10.  Sekrup udara/baut udara (air screw), berfungsi mengatur banyaknya udara yang
akan dicampur dengan bahan bakar.
11.  Katup cuk (choke valve), berfungsi menutup udara luar yang akan masuk kedalam
Karburator sehingga gas menjadi kaya, digunakan pada waktu start.


         Cara kerja dari karburator dimulai pada saat mesin dihidupkan. Saat mesin
 hidup , mesin mengisap udara luar masuk melalui karburator. Karena kecepatan udara
 yang memasuki spuyer kecil, maka tekanan udara di permukaan saluran masuk rendah.
 Sehingga bahan bakar yang memancar melalui spuyer kecil. campuran bahan bakar
dan udara akan menghasilkan gas nantinya akan dibakar dalam silinder.




                                                                          
                      
              
                                                                          GAMBAR 1.2

                    Bagian – bagian Karburator serta Fungsinya
1.      Ruang Pelampung Karburator ( float camber ) Menampung sementara bahan
              bahan bakar dari tangki sebelum di proses (dialirkan ke ruang pembakaran)
2.      Pelampung (floater)
Mengatur bahan bakar dalam ruang pelampung karburator agar permukaannya tetap sehingga tidak meluap dan masuk ke ruang pembakaran.

3.      Jarum katup pelampung ( needle valve/floater valve )
Menutup saluran suplai bahan bakar dari tangki bila bahan bakar dalam ruang pelapung karburator telah penuh.

4.      Katup gas/skep ( throttle valve )
Mengatur jumlah campuran bahan bakar dengan udara yang akan dialirkan ke dalam ruang pembakaran ( silinder ).

5.      Jarum gas/ jarum skep ( Jet needle )
Mengatur jumlah campuran bahan bakar dengan udara yang masuk melalui spuyer ketika motor digas dengan pembukaan katup ¼ sampai dengan ¾.

6.      Pegas/ per skep (throttle valve spring)
Mengembalikan posisi skep pada posisi terendah saat kabel gas dilepas (tidak digas).

7.      Pemancar jarum ( main nozzle / needle jet )
Memancarkan bahan bakar waktu motor digas, besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep.



8.      Pemancar utama ( main jet / spooyer )
Memancarkan bahan bakar pada waktu putaran tinggi ( Kabel gas ditarik penuh ).

9.      Pemancar kecil / stationer ( slow jet / pilot jet )
Memancarklan bahan bakar ketika motor dalam keadaan langsam /
stationer / idle.

10.  Sekerup / baut udara ( air screw )
Mengatur jumlah udara yang bercampur dengan bahan bakar.

11.  Sekerup / baut gas ( throttle screw )
Mengatur posisi pembukaan katup / skep untuk posisi langsam ( stationer )

12.  Katuk cup ( choke valve )
Menutup saluran udara yang masuk ke karburator agar terjadi percampuran kaya untuk sementara.

















GAMBAR 1.3





                           Cara membersihkan karburator
1.      Sediakan alat – alat yang diperlukan seperti obeng, tang, kunci pas, kunci ring, pompa angin/kompresesor, kain lap, dan sebagainya. Sediakan pula tempat yang cukup untuk menampung itu agar tidak kotor dan tercecer.

2.      Tutup kran bensin dari tangki, kemudian lepaskan semua selang dari karburator.

3.      Lepaskan karburator dari dudukannya, simpanlah mur dan ring pada tempat yang telah disediakan.

4.      Buka saluran pembuangan bensin pada karburator, dan keluarkan bensin dari ruang pelampung. Tampunglah bensin tersebut pada tempat yang tersedia. Hindari api terbuka.

5.      Buka penampung bensin (ruang pelampung) dengan posisi karburator terbalik.

6.      Ambil jarum pelampung dengan hati-hati, kemudian periksa apakah aus atau tidak. Bila aus atau tergores sebaiknya diganti.





                                                     GAMBAR1.4

7.      Lepaskan   main   jet,  air   screw,   dan  yang  lainnya  dengan hati-hati.
Bersihkan dengan udara bertekanan (kompresor) atau tiup kuat-kuat.
Simpan pada tempat yang tersedia.

8.      Cucilah komponen-komponen karburator dengan bensin yang bersih.
Semprotkan setiap saluran dengan udara bertekanan, atau tiup kuat-kuat.

9.      Bila semua komponen sudah dibersihkan dan diperiksa, maka semua komponen tersebut siap dipasang kembali dengan urutan langkah kebalikanya dari pembongkaran.
Komponen-komponen yang telah rusak (aus, tergores, atau cacat) sebagai berikut
                                           

                                     
                                    

















                                       GAMBAR 1.5


                                  B. Tipe Karburator
1)            Karburator     dengan     venture     tetap    ( fixed venture )

                     Karburator tipe ini merupakan karburator yang diameter venturinya tidak bias di  rubah  -  rubah  lagi.  Besarnya  aliran  udaranya  tergantung   pada  perubahan  throttle  butterfly  (katup throttle/katup gas).  Pada   tipe   ini    biasanya   terdapat   pilot  jet  untuk  kecepatan  idle /  langsam,  sistem  kecepatan   utama  sekunder  untuk   memenuhi proses   pencampuran   udara  bahan   bakar  yang   tepat  pada   setiap  kecepatan.   Terdapat   juga  sistem   kselerasi  atau percepatan untuk mengantisipasi  saat  mesin  di  gas  dengan  tiba - tiba.  Semua  sistem  tambahan  tersebut   dimaksudkan  untuk membantu agar  mesin  bisa lebih   responsif   karena   katup  throttle  mempunyai   keterbatasan  dan  membentuk  efek venture.















                                     GAMBAR 1.6






2)    Karburator dengan venture berubah – ubah (slide carburetor or Variableventri)
Karburator  dengan  venture  berubah - ubah  menempatkan throttle valve / throttle  piston  (skep)  berada  didalam  venture dan langsung dioperasikan  oleh  kawat gas. Oleh  karena  itu,  diameter  venture  biasa dibedakan ( bervariasi ) sesuai  besarnya aliran   campuran   bahan   bakar   udara   dalam    karburator.   Karburator   tipe   ini  dalam   menyalurkan   bahan  bakar  hanya  melalui  main   jet ( spuyer utama )  yang dikontrol   oleh  needle  ( jarum ),  karena  bentuk   jarum   dirancang   tirus.   Hal   ini akan   mengurangi   jet    ( spuyer )   dan    saluran  tambahan   lainnya   seperti   yang terdapat  pada  karburator  venture  tetap.









                                               GAMBAR 1.7

3)    Karburator dengan kecepatan konstan (constant velocity carburetor)

Karburator   tipe  ini  merupakan  gabungan  dari  kedua  karburator  di  atas, yaitu variable venturi yang  dilengkapi katup gas ( throttle valve butterfly ).  Sering   juga  disebut  dengan karburator CV (CV caburettor). Piston valve berada  dalam venturi berfungsi agar diameter venturi   berubah – ubah   dengan  bergeraknya   piston  tersebut   ke  atas   dan  ke   bawah. Pergerakan  piston valve ini tidak oleh kawat gas seperti pada karburator  variable  venturi, tetapi oleh tekanan negatif (kevakuman) dalam venturi tersebut.
















                                                                        GAMBAR 1.8





3.1.1     SARINGAN UDARA

PERAN PENTING FILTER UDARA SEPEDA MOTOR












                 GAMBAR 1.9

Perlu diketahui bahwa fungsi filter udara untuk motor kita adalah menyaring udara bebas dari luar yang akan masuk ke ruang  pembakaran agar selalu dalam keadaan bersih. Udara yang sudah disaring akan terhisap  ke ruang pembakaran  bersamaan dengan bahan bakar untuk  di  olah  dalam  dapur  pacu  motor.  Setelah  itu  akan timbul sisa pembakaran. Pada motor  Honda kita sisa  itu  akan  dialirkan  ke  ruang  cylinder  ( CECS ) untuk merubah zat racun  karbon  monoksida  (CO)  menjadi  Karbondioksida  (CO2)  dan  Hydro  Carbon (HC) menjadi dan Air (H2)

GAMBAR 1.10



Yang lebih ramah lingkungan baru selanjutnya dilepas ke knalpot.
Apabila  udara yang masuk tadi bercampur dengan zat - zat padat dari luar,  seperti  debu, pasir atau kotoran - kotoran lainnya, maka tentunya akan berakibat  fatal bagi kerja mesin motor, dimana akan berdampak piston, ring dan dinding silinder menjadi aus / baret.












                      GAMBAR 1.11

Sedangkan  apabila     filter   udara   terlalu  kotor   maka  udara  yang  akan  masuk  menjadi terhambat dan  timbul  kevakuman  berlebihan  di  area  karburator.  Hal  ini  menyebabkan BBM tersedot  menjadi  BOROS,  campuran  udara  dan BBM tidak sesuai sehingga Performa mesin  tidak  maksimal  dan  cepat  panas.  Motor – motor Honda  kita menggunakan 3 jenis filter    udara   yaitu   dari   jenis   busa,    kertas,    dan   viscoselement   dimana   untuk   yang menggunakan    kertas    perawatannya    lebih    mudah.   Untuk    tipe  motor    yang    masih menggunakan busa adalah motor Revo100, Tiger & Mega pro. Untuk  membersihkan   tidak dianjurkan    mencuci    filter  dengan   bensin    karena   biasa    menyebabkan      perubahan bentuk/ melar dan teksture-nya melemah ( kata orang-orang Kepanjen “mrorotoli”). Untuk tipe  motor  generasi  Supra X 125 / Karisma  karena  bahannya  terbuat  dari  kertas,  maka untuk membersihkan  filter / saringan   udara   dapat   dilakukan   dengan  menyemprotnya dengan   udara  bersih  kompresor.  Sedangkan  untuk  beberapa  tipe  seperti  Vario & Beat menggunakan  “Wet  Element  Cleaner”  TIDAK disarankan untuk  di  cuci  atau  dibersihkan dengan  angin  kompresor  atau  bensin.  Karena saringan udara tipe motor ini terbuat dari bahan   khusus  ( viscous element )  yang  dilapisi  dengan  oli  khusus,  apabila  di  semprot dengan angin,   maka kandungan olina bias hilang dan penyaringannya tidak sempurna.
Saringan udara (Filter udara)

Udara luar yang akan dihisap kedalam silinder banyak mengandung kotoran, oleh karena itu perlu dibersihkan, karena jika kotoran tersebut ikut terhisap kedalam silinder maka akan menyebabkan keausan didinding silinder, selain itu juga akan mengotori oli sehingga memperpendek umur pemakaian oli, untuk mencegah hal itu perlu dipasangkan saringan udara untuk membersihkan ...

Pemeriksaan Saringan Bahan Bakar dan Saringan Udara

Pemeriksaan Saringan Bahan Bakar Karat atau kotoran di dalam bahan bakar yang sedang mengalir dalam system bahan bakar cenderung mengendap pada saringan. Dalam jangka waktu yang lama saringan bias tersumbat dan bias mengakibatkan tenaga mesin menjad berkurang. Bersihkan saringan bahan bakar secara teratur menggunakan udara bertekanan (kompresor). Ganti saringan ...

Saringan Udara Tipe Oli Bath

Saringan Udara Tipe Oli Bath Saringan udara tipe oli bath ini selain menggunakan saringan yang terbuat dari baja wol, juga memanfaatkan oli untuk menambah proses penyaringan. Oli digunakan untuk merendam partikel kotoran yang lebih halus selanjutnya disaring oleh elemen baja wol sebelum mencapai ...

INTAKE AND EXHAUST SYSTEM

INTAKE AND EXHAUST SYSTEM Sistem pemasukan (intake system) terdiri dari saringan udara (air cleaner) dan intake manifold. Saringan udara membersihkan kotoran udara sebelum masuk ke silinder untuk mencampur dengan bensin, dan intake manifold menyalurkan campuran udara dan bensin ke dalam silinder. Udara mengalir dari saringan udara masuk ke karburator, dan ...
Saringan Bensin

Bensin adakalanya mengandung kotoran dan air dan bila masuk ke dalam karburator akan menyumbat saluran-saluran yang kecil, jet-jet, nozel dan sebagainya di dalam karburator, yang letaknya antara tangki dan pompa bahan bakar (fuel pimp) akan menyaring benda asing dari bahan …

Saringan Udara Tipe Siklon

Saringan Udara Tipe Siklon Untuk tipe siklon elemen saringannya terbuat dari kertas dan di desain dengan sirip-sirip agar udara yang masuk bias membentuk pusaran sehingga partikel-partikel besar bias dipisahkan dengan gaya sentrifugal dari pusaran tersebut, selanjutnya partikel kasar tersebut di tamping dalam kotak saringan. Selanjutnya partikel yang lebih kecil disaring oleh elemen kertas …













3.1.2     FUNGSI BUSI
Fungsi dari busi adalah sebagai alat untuk memercikan api listrik guna membakar campuran gas pada ruang pembakaran yang dihasilkan dari kerja karburator. Percikan ini diperoleh dari tegangan tinggi yang duhasilkan oleh ignition coil. Tanpa percikan bunga api yang dihasilkan busi, mesin tidak akan bekerja.                                                                                 Agar mesin bekerja prima, sebaiknya anda rajin memperhatikan kondisi busi dengan cara membersihkannya dari kotoran dan sisa pelumas. Busi yang baik hendaknya mampu bekerja dalam suhu dan tekanan tinggi. Busi berhubungan langsung dengan pembakaran dalam mesin, sehingga dengan mengamati elektroda busi dapat kita lihat kondisi mesin motor tersebut.                                                                                                                                            Berikut ini beberapa tanda di busi yag berhubungan dengan kondisi mesin:
-          Busi dalam kondisi baik
Dapat dilihat dari warna kaki sekatan busi yaitu abu-abu terang atau coklat kemerahan. Hal itu berarti kondisi mesin meliputi waktu pengapian dan penyetelan mesin dalam kondisi baik.

-          Busi yang kotor
Insulatornya harus dibersihkan karena dapat mengganggu pembakaran. Bila ujung   insulator, elektroda busi tertutup kotoran jelaga hitam dan sisa pembakaran yang halus itu berarti kemungkinan ada setelan yang tidak pas. Akibatnya konsumsi bahan bakara akan boros, asap sisa pembakaran berwarna hitam dan mesin akan susah untuk distarter dalam keadaan dingin. Segera perbaiki atau kalau perlu ganti busi dengan yang baru.








-          Bila ujung insulator berwarna kuning agak coklat muda dan kadang-kadang muncul warna hijau                                                                                                                                                                  hal itu menunjukan kemungkinan bensin atau oli yang tercampur air atau aditif yang kurang cocok. Sehingga tarikan mesin menjadi kurang dan lamban berakselerasi serta knalpot jadi meledak-ledak.

-          Busi yang berkerak kuning kehitaman                                                                                                   itu menunjukan bahwa campuran bahan bakar di karburator terllalu gemuk. Hal itu dapat disebabkan karena katup pada ruang pemanasan tidak bekerja, saringan udara kotor sehingga mengganggu pembakaran.


-          Busi berkerak basah                                                                                                                                menunjukan adanya oli yang masuk ke ruang bakar. Biasanya pada mesin 2 tak yang oli sampingya masuk dalam ruang bakar, jika oli berlebih misalkan karena klep oli tidak mampu menahan oli yang mengalir dari bak oli maka dapat menyebabkan oli masuk dan terbakar di ruang bakar.


-          Busi yang berkerak putih mengkilap dan berbutir                                                                               itu menunjukan busi dalam keadaan panas yang berlebihan . Penyebabnya bias karena ruang bakar yang kotor dan berkerak, pemakaian bahan bakar beroktan rendah dan detonasi. Selain itu juga disebabkan oleh cairan pendingin ( khusus untuk motor dengan liquid cooling ) masuk dan ikut terbakar di ruang bakar.









3.1.3     FUNGSI PELUMAS
          Fungsi utama pelumas adalah melindungi bagian mesin yang bergerak dengan cara mencegah kontak atau gesekan langsung dua logam ang berhubungan.                           Berikut ini fungsi lengkap pelumas:

-      Mengurangi gesekan komponen mesin motor satu dengan yang lain.                             Gesekan yang terjadi dapat menyeabkan komponen mesin menjadi cepat aus, mengurangi tenaga yang dihasilkan, menghasilkan kotoran dan panas.                                                            Supaya gesekan dapat dikurangi maka bagian saling bergesekan dilapisi oli pelumas.

-      Sebagai pendingin dari panas yang dihasilkan proses pembakaran di dalam silinder dan panas yang dihasilkan dari gesekan antar komponen.


-      Sebagai perapat celah antara piston dengan silinder. Pelumas dapat mengurangi kebocoran kompresi maupun tekanan hasil pembakaran dengan membuat lapisan oli yang mengisi celah antara piston dan silinder.

-      Sebagai peredam getaran dan suara bising hasil benturan piston, batang piston dan poros engkol. Pelumas untuk melapisi antara bagian tersebut dan meredam benturan yang terjadi sehingga suara mesin lebih halus.


-      Sebagai pembersih kotoran hasil gesekan antar komponen mesin. Pelumas membantu membawa kotoran tersebut sehingga bagian yang bergesekan tetap bersih.

-      Sebagai anti karat, pelumas melapisi bagian logam sehingga menghindari kontak langsung dengan udara atau air.









Fungsi
Semua   jenis  oli  pada  dasarnya  sama. Yakni  sebagai  bahan  pelumas agar mesin berjalan mulus   dan  bebas  gangguan.  Sekaligus   berfungsi   sebagai   pendingin  dan  penyekat.  Oli mengandung lapisan-lapisan halus,  berfungsi  mencegah  terjadinya benturan antar  logam dengan  logam  komponen  mesin  seminimal  mungkin,  mencegah  goresan  atau   keausan. Untuk      beberapa    keperluan    tertentu,   aplikasi    khusus     pada    fungsi     tertentu,   oli  dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Mesin diesel   misalnya, secara  normal beroperasi    pada    kecepatan   rendah   tetapi   memiliki   temperatur    yang    lebih    tinggi dibandingkan   dengan  Mesin bensin.  Mesin  diesel  juga  memiliki  kondisi  kondusif   yang lebih besar yang  dapat  menimbulkan oksidasi oli,  penumpukan   deposit   dan  perkaratan logam-logam bearing.

















BAB IV
MATERI KEGIATAN PRAKTEK

4.1 LANGKAH KERJA DAN PEMBONGKARAN KARBURATOR
Langkah kerja servis karburator:

Melepas/membuka karburator dari sepeda motor :
-          Buka baut-baut kap (cover/leg shield) kemudian lepaskan cover dari sepeda motor. (Gbr.1, bagian F29).
-          Lepaskan selang bahan bakar yang terhubung ke karburator, kemudian tutup agar bahan bakar tidak mengalir.
-          Buka dan lepaskan saringan udara (air cleaner (Gbr.5).
-          Buka dan lepaskan carburetor assy. (Gbr.2, no. 10).
-          Buka baut pengikat karburator dengan pipa saluran masuk bahan bakar (inlet pipe (Gbr.3)), kemudian lepaskan karburator dari inlet pipe.

Over houl karburator :
-          Buka dan lepaskan ruang pelampung (float chamber se (Gbr.2, no5)).
-          Buka dan lepaskan pelampung (float set (Gbr.2, no.3 & 13)).
-          Buka dan lepaskan jet needle set (holder needle jet dan main jet (Gbr.2, no.2,14,24)).
-          Buka dan lepaskan slow jet (Gbr.2, no.25).
-          Buka dan lepaskan screw set (Gbr.2, no 6 & 8).
-          Bersihkan karburator dengan kuas dan bensin.
-          Semprot dengan udara bertekanan (kompresor udara), pada lubang-lubang saluran dan jet pada karburator sampai benar-benar bersih.
-          Periksa dengan cermat dan teliti tiap komponen karburator, ganti jika rusak atau luka.
      Komponen karburator yang diperiksa antara lain :
a.       Screw set (sekrup pengatur bahan bakar udara)
b.      Main Jet (saluran utama bahan bakar)
c.       Slow Jet (saluran bahan bakar ketika mesin putaran langsam / stasioner)
d.      Float (pelampung)
e.       Needle valve (jarum pelampung)
f.        Throttle valve dan jneedle
g.       Gasket dan O-ring
h.      Lubang saluran bahan bakar (by pass dan pilot outlet)
-          Setelah diperiksa rakit kembali tiap komponen karburator.

Pemeriksaan jarum pelampung :
-          Bila diantara dudukan dan jarum terdapat benda asing, bahan bakar (bensin) akan terus mengalir dan mengakibatkan banjir.
-          Bila dudukan dan jarum sudah aus, gantilah kedua-duanya.
-          Sebaliknya bila jarum tidak mau bergerak, maka bahan bakar tidak dapat turun.
-          Bila jarum pelampung cacat, ganti dengan yang baru.













                            GAMBAR








4.2 CARA MENGGANTI OLI MOTOR

Perawatan motor perlu kita lakukan secara rutin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, lebih parah lagi karena pada mesin terjadi gesekan komponen satu dan lainnya, jika dibiarkan tanpa memperdulikan perawatan yang rutin bakal terjadi keausan komponenkomponen tersebut, cuma satu hal yag harus di igat, jangan mengganti oli motor dengan oli mobil, karena oli mobil di rancang khusus untuk mesin yang menggunakan kopling kering, sedangkan mesin motor menggunakan kopling basah dan koplingnya harus terendam oli efeknya kopling sering selip. Periode penggantian oli mesin motor pada umumnya adalah 2000 - 3000 KM jika pemakaian normal setiap hari dan memakai oli SAE 20W/50, dan motor yang jarang dipakai atau lebih banyak terjebak macet dijalanan penggantian oli motor sebaiknya dipercepat sekitar 1.500 KM karena dengan pemakaian jarak pendek dan jarang tersebut, suhu mesin tidak optimal dan akan terdapat banyak partikel air hasil pembakaran didalam bak oli.

Berikut ini cara mengganti oli motor :
1.      Sebelum mengganti oli sebaiknya panaskan mesin motor anda kurang lebih 5 menit, setelah itu keluarkan oli saat keadaan mesin agak panas karena oli menjadi lebih encer.
AWASS…!!! Jangan Anda lakukan pergantian oli saat mesin masih terlalu panas karena dapat membuat metal memuai akhirnya drat baut menjadi rusak
2.      Hindari penggunaan angin Kompresor karena udara dari kompresor mengandung air sehingga beresiko menimbulkan karat dan kwalitas oli akan menurun karena tercampur air. Sebaiknya diselah/dikayuh saja menggunakan foot starter 3 sampai 5 kali supaya sisa oli turun.
3.      Gunakan Foot Starter. Untuk  memastikan oli lama sudah keluar semuanya, lakukan cranking  atau putar mesin Anda menggunakan foot stater beberapa kali.
Boleh menggunakan electric starter tapi harus dibatasi, jangan terlalu lama.
4.      Kocok Oli Baru. Sebelum oli baru dimasukan, jangan lupa untuk mengocok-ngocoknya terlebih dahulu, Fungsinya agar lapisan tipis pelindung mesin anda saat bergesekan yang biasanya mengendap di bawah dapat tercampur kembali dengan baik.
5.      Dan jangan lupa ganti filter oli setiap 7.500 - 8.00 KM



4.3 Cara mengganti busi dan membersihkan nya


-          Lepaskan penutup kepala busi
-          Pakai kunci busi sesuai ukurannya, putar kebalikan jarum jam sampai busi terlepas.
-          Bila berkerak bersihkan hingga bersih
-          Bila busi tidak normail, ganti dengan yang baru
-          Pasang busi seperti arah jarum jam
-          Kencangkan dan pasang kembali tutup busi
















Cara membersihkan saringan udara

Jangan sepelekan saringan udara pada sepeda motor. Lalai dari perawatan bias mengganggu performa. Padahal, untuk membersihkannya tidak harus dibawa ke bengkel, dapat dikerjakan sendiri. Hanya, mungkin banyak yang belum diketahui pemilik motor kalau bahan filter udara itu sudah masuk generasi ketiga.                                                               Pertama, menggunakan bahan busa, kemudian bergeser dengan kertas kering dan terakhir (terbaru), kertas basah. Ketiga mempunyai perlakuan berbeda ketika membersihkannya. Pertunjuk membersihkannya.
Filter udara dari busa
Meski sudah lama, tak sedikit pabrikan mengaplikasi model ini lantaran mudah perawatannya. Untuk membersihkannya cukup pakai bensin dengan cara direndam atau disiram, setelah itu diperas. Dilakukan dua sampai tiga kali dan memerasnya busa jangan dipelintir. Selain busa cepat rusak, bentuknya berubah dan melar. Untuk mengeringkannya, cukup diremas dengan halus.                                                                                                                     Setelah dibersihkan, lumuri pakai oli. “Bisa pakai oli mesin SAE 10-40 W atau oli samping. Cukp tipis dilapisi pada permukaan busa,” jelas songa, mekanik yang membuat motor balap dan juga terima servis motor.
Kertas kering
Disebut dry element. Bahasanya tebal, tidak cepat rusak saat menyedotudara, meski udaranya kadang tercampur cairan, semisal air. “Proses membersihkan filter ini justru lebih gampang ketimbang berbahan busa,” ungkap Endro Sutarno, Instruktur Technical Service Division, PT Astra Honda Motor (AHM).                                                                                  Utuk menghilangkan kotoran, cukup disemproti pakai angin kompresor, tanpa harus diendam bensin, apalagi dengan oli. Harganya, jelas lebih mahal dari model busa.







Kertas basah
Model terbaru disebut wet element. Bahannya hamper mirip dengan kertas kering. Bedanya, kertas basah ini memiliki pelumas khusus berfungsi menyeop kotoran tidak masuk ke ruang bakar. Bukan berarti, pelumasnya bias ditambah. Saringan tipe ini, juga minim perawatan. “Disebut viscous element seperti yang dipakai Honda Vario,” jelas Endro. Sellain pada Vario, filter ini dipakai pada Yamaha Soul dan New Mio. Dari selebaran anjuran yang diterbitkan PT Yamaha Motor Kencana Indinesia (YMKI), filter ini punya banyak pantangan. Di antaranya tidak boleh dicuci atau dibersihkan pakai kuas atau sikat. Dan tak boleh dibersihkan pakai pompa angin kertekanan. “Takutnya, semprotan itu menghilangkan pelumas di kertas,” papar Endro. Cara membersihkannya, cukup dilap tipis. Dengan kata lain, sebenarnya nggak perlu diersihkan hingga waktu gantinya yang maksimal biasa menempuh 15.000 km.                                                                                                                                 YMKI menekankan buat pemilik Yamaha Soul dan New Mio agar boks filter udara jangan dibuka sama sekali. Kecuali untuk pergantian saringan udara. Dan yang motornya sering melintasi jalanan berdebu, tentu bakal sering ganti filter.

Solusi
        Ada cara mudah dan praktis! Gimana kalau filter itu disubsitusi pakai filter model busa. Jadi, kalau kotor tinggal dicuci. Jadi mesti 16 ribu kilometer dan keluar uang lagi. Tinggal beli filter tipe busa.Cari ukuran busa yang sedikit lebih besar ketimbang filter sebelumnya. Jadi kalau kurang, nggak repot dan tinggal potong. Sebagai ilustrasi, untuk Yamaha New Mio bias pakai filter Mio lama. “Selain lebih murah juga bias tetap dibersihkan. Sehingga bias dipakai berulang kali















BAB V
PENUTUP
1.1  KESIMPULAN
         Praktek kerja industri adalah proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa di dunia usaha industry secara sistematik dan terarah untuk mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan   bidang   keahlian siswa tersebut . Adapun  tujuan  nya untuk  memperkokoh  kerja sama antar sekolah dengan dunia kerja atau dunia industry juga memberikan pengalaman. Sebenarnya  kepada  siswa  dalam  dunia  kerja sebagai  persiapan guna menyesuaikan diri dengan dunia usaha atau dunia industry                                                                                                  Sebagai bukti pelaksanaan prakerin setiap siswa di wajibkan untuk membuat laporan yang berisikan    uraian   kegiatan  kerja  yang  di  lakukan  siswa  selama  mengikuti  prakerin  di persuahaan yang di tempatinya                                                                                                                      Materi  yang  terkandung  dalam  laporan  yang   penyusun   buat   antara  nya  pelaksanaan service  sepeda  motor dengan tujuan agar kondisi motor baik dan terawatt agar usia motor lebih panjang meskipun di pakai setiap hari.                                                                                    Selama  kami  melaksanakan  prakerin  dapat  kami  simpulkan  bahwa  untuk  menghadapi duniakerja yang  sangat  di  butuhkan  suatu  keterampilan, keuletan, kedisiplinan dan kerja keras. Apalagi pada tahun 2013 harus menghadapi persaingan bebas yang akan menantang kita  supaya  lebih  biasa  menghasilkan  yang  lebih  baik   dan  bersaing  secara  sehat  oleh karena  itu  pengetahuan  dan  wawasan  yang  telah  kita  dapatkan  di  perusahaan  selama melaksanakan prakerin harus di jadikan acuan untuk menghadapi dunia kerja